Senin, 08 Juli 2013

"DIY" Automotive

Wow, ternyata saya absen posting lama sekali, bahkan lebih lama dibandingkan sebelumnya. Mohon maaf, memang kadangkala ketika kesibukan sudah menjerat, tidak ada lagi waktu tersisa untuk berbagi.

Kali ini saya mulai kembali, dengan topik yang tidak menyangkut DIY Audio, tidak juga menyangkut DIY Automotive, karenanya saya menggunakan tanda "DIY" pada judul posting kali ini. Singkat kata, saya diracuni habis-habisan di dalam salah satu milis otomotif plus beberapa rekan di BBM Group untuk mengoptimalkan performance Innova Diesel saya. Saya pun kemudian berburu beberapa perangkat yang sekiranya mampu mendongkrak performance Innova Diesel saya.

Inilah beberapa perangat hasil buruan saya:


Gambar diatas adalah sekumpulan alat yang sering disebut sebagai "piggyback". Mereka berfungsi untuk memanipulasi signal voltase dari beberapa sensor, mengambil-alih kerja beberapa bagian dari ECU, dan membuat pengaturan baru secara eksternal. Beberapa perangkat yang saya gunakan adalah: Dastek Q+ beserta Throttle Controller-nya dan Dastek Extender (X4) disertai dengan Solenoid Boost Controller merek Denso.

Berdasarkan saran rekan-rekan Senior, sebelum mengoptimalka performance mesin dengan piggyback, saya harus mengoptimalkan sisi pengereman dan kaki-kaki, karenanya sebelum menginstall Dastek dan rekan-rekannya, saya pun melakukan dua hal penting:
1. mengganti brakeline original dengan yang braided buatan RS Safebrake Pro dan mengganti oli rem dengan oli rem BMW DOT-4.
2. mengganti shock-breaker dan per belakang dengan sport suspension buatan Hotbits Performance.


Diatas adalah foto per lowering Mercy W202 Hotbits dan shockbreaker Hotbits. Dengan penggunaan per lowering dan shockbreaker ini, bagian belakang mobil saya turun sekitar 2-3 jari dibandingkan original-nya. Saya pun memperoleh kontrol yang semakin baik karena pengereman dan handling yang lebih presisi.

Setelah sisi pengereman dan kaki-kaki sudah baik, sekaranglah saatnya untuk mengoptimalkan performance mesin. Saya memilih bengkel RS Tuning, di Jl. RC Veteran no. 9, Tanah Kusir, Bintaro. Ini adalah saat perkabelan di sekitar ECU dicangkok dengan piggyback-nya:


Ini adalah pada saat tuning di atas mesin dynamometer Dastek:


Ini adalah finishing touch, sebuah switch digital Dastek ditempelkan dengan manisnya di dalam ruang kemudi:


Bagaimanakah hasil yang diperoleh dari tuning Dastek ini? Biarlah gambar yang berbicara kembali.

Ini adalah Horse-Power Output yang dihasilkan:



Ini adalah Torque yang dihasilkan:



Peningkatan performance yang cukup signifikan, terutama di bagian Torque-nya, sangat terasa menfaatnya dikala harus mekukan akselerasi spontan. Berdasarkan masukkan rekan Senior di milis otomotif, we drive by Torque, not by HorsePower. Dan juga percaya atau tidak percaya, berpengaruh kepada konsumsi BBM yang semakin irit, bahkan untuk pemakaian macet dalam kota. Anda tidak percaya? Buktikan saja sendiri ..... Hehehehehehe .....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar