Senin, 06 September 2010

F5 ala KG - The Beginning

Akhirnya, project amplifier serius saya pun dimulai. Setelah menghabiskan cukup banyak waktu untuk mencari-cari amplifier yang cocok dengan selera saya, saya pun menjatuhkan pilihan pada F5, yakni salah satu amplifier seri First Watt buatan Nelson Pass.

Dengan berbekal PCB buatan Rekan Senior saya, Pak Atok Purnomo, beserta informasi yang diambil dari web First Watt dan Pass Labs, saya pun mulai untuk mempelajari dengan detail mengenai amplifier yang sederhana, namun luar biasa ini.

Karena saya belum punya pengalaman untuk merakit rangkaian diskrit sebelumnya, saya berusaha mencari-cari informasi sebanyak mungkin sebelum memulai project ini. Saya tidak ingin mengulang kegagalan project akibat ketidaktahuan. Saya pun mencari datasheet beberapa komponen penting yang saya akan gunakan, seperti 2SK170 dan pasangannya 2SJ74, IRFP9240 dan pasangannya IRFP240, 2SA970 dan pasangannya 2SC2240. Berkali-kali saya membaca datasheet sambil melihat PCB-nya, akhirnya saya yakin benar bagaimana harus memasang komponen-komponen aktif ini.

Setelah mengumpulkan komponen pendukung, seperti HeatSink ukuran besar, saya pun memulai untuk merakit F5 saya yang pertama. Ini adalah wajah PCB F5 saya dengan penataan komponen, tetapi belum disolder.


Berikut adalah wajah PCB saya setelah disolder, tapi saya belum memasang IRFP9240 dan IRFP240 serta thermistor-nya.


Saya pun menggunakan elco besar bermerek Mepco/Centralabs, ukuran 26.000uF/30V. Ukurannya besar sekali, jika dibandingkan dengan semua elco yang saya miliki, termasuk Siemens Sikorel/Epcos.


Setelah dinyalakan, saya agak bingung, kenapa mosfet final-nya sama sekali tidak panas. Seharusnya, dalam hitungan 1 menit saja, mosfet final sudah panas. Saya pun mencoba memutar trimpot, tetapi hasilnya tetap nihil. Arus diantara R source tetap 0V, artinya, tidak ada listrik yang melewati mosfet final. Waduh, ada masalah apa pula ya?

Saya kemudian menghubungi Pak Atok dan menceritakan masalahnya. Disarankan oleh Pak Atok untuk memeriksa kembali nilai R-nya, sepertinya ada yang salah. Setelah diperiksa dengan teliti, owalah, memang ada kesalahan nilai R yang saya gunakan. R yang seri dengan trimpot, seharusnya 2K2, saya pasang 220R. Wah, saya tidak memeriksa lagi ukuran komponen yang diberikan oleh toko sebelum dipasang. Satu lagi pelajaran penting, tidak ada salahnya menyempatkan 1 menit untuk mengecek kembali nilai komponen sebelum dipasang, daripada pusing kemudian.

Singkat kata, R diganti dengan nilai yang benar, dan rangkaian kembali dinyalakan. Saya kemudian memutar trimpot dan yes, voltase di R source mulai naik dan mosfet final pun mulai panas. Saya kemudian melakukan setting di kedua trimpot sehingga mendapatkan arus yang benar di final mosfet dan DC Offset menjadi 0V. DC Offset akan menjadi 0V ketika arus yang melewati kedua mosfet final sama besarnya.


Saya pun memasangkan F5 ala KG ke speaker saya. Disana saya tertegun sesaat, saya belum pernah mendengarkan suara seindah itu dari amplifier yang pernah saya rakit sebelumnya. Luar biasa sekali rangkaian F5 ini, sehingga saya tidak sabar untuk segera menyelesaikan channel yang sebelah lagi.


Nantikan saja review lengkap F5 ala KG setelah saya berhasil memperoleh Trafo yang mumpuni dan Chassis yang memadai untuk menangani panasnya F5 ini.

1 komentar: