Tampilkan postingan dengan label Salas Regulator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Salas Regulator. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 September 2011

DAC AK4393 - With Salas Regulator

Project ini merupakan kelanjutan dari project AK4393 yang lalu. Dalam project kali ini, misi saya adalah mengganti seluruh power supply pada DAC AK4393 ini menggunakan Salas Regulator.

Saya menggunakan trafo custom dari Pak Setiawan, karena saya sudah memiliki pengalaman baik dengan penggunaan trafo custom dari Beliau. Disamping harganya yang menurut saya masuk akal, kualitas buatannya pun baik.

Berikut adalah beberapa foto dari DAC AK4393 dengan menggunakan Salas Regulator tersebut:




Saya sudah melakukan perbandingan sekilas mengenai suara yang dihasilkan oleh DAC AK4393 + Salas Regulator ini dengan output RCA dari CEC TL51XR dan saya temui bahwa suara dari AK4393 + Salas Regulator ini lebih baik dibandingkan output RCA dari CEC TL51XR. Tentu saja saya sangat senang dengan hasil ini, karena saya telah berhasil merakit DAC yang suaranya lebih baik dibandingkan CD Player sekelas ini.

Saya sengaja menggunakan chassis Bell M250 sebagai chassis untuk DAC ini, karena di kemudian hari saya berencana untuk menambah 1 tube buffer stage pada output balanced AK4393 sebagai balance to unbalance converter. Topologi yang saya pilih adalah Broskie Cathode Follower.

Trafo Custom saya pun sudah siap untuk menangani kebutuhan ini, dengan memiliki 2 x 6.3V/1A dan 60V-CT-60V/60mA pada sekunder-nya. Rencananya, saya akan menggunakan 2 x 6DJ8 dengan B+ 150V dan dioda kacang hijau 1A sebagai rectifier-nya.

Pada tanggal 24 September 2011 yang akan datang, DAC AK4393 ini sudah saya daftarkan untuk mengikuti BT DAC di TubeLover. Tidak ada target apapun yang saya kejar, mengingat saya masih sangat niubi dalam dunia DAC ini, hanya ingin turut berpartisipasi saja. Sayang sekali, saya tidak dapat hadir pada tanggal tersebut karena masih ada di luar negri untuk tugas kantor. So sad .... Huhuhuhuhuhuhuhu ....

Jumat, 09 September 2011

Si Tjoepoe™ KG - Final Stage

Project ini merupakan sentuhan akhir untuk project Si Tjoepoe™ KG sebelumnya. Jika sebelumnya, LightSpeed B1 hanya ditransplantasikan secara barbar (hanya ditaruh di atas chassis saja), sekarang LightSpeed B1 sudah menjadi bagian yang terintegrasi dari Si Tjoepoe™ KG.

Bukan hanya itu, ada beberapa improvement penting yang saya lakukan kali ini, yakni:
1. mempergunakan Salas Regulator sebagai psu untuk Si Tjoepoe™ KG.
2. mempergunakan Salas Regulator sebagai psu untuk LED OptoCoupler pada LightSpeed B1.
3. melakukan penyesuaian DC Offset pada LightSpeed B1 menggunakan trimpot Spectrol ukuran 20R, sehingga diperoleh DC Offset 0.00mV.


4. mengganti R-ground Si Tjoepoe™ KG, dari Takman REX 1W menjadi Shinkoh Tantalum 1W.


Sedikit mengenai Salas Regulator, sebenarnya merupakan current regulator 2 tahap yang mengaplikasikan sekaligus 2 jenis regulator, yakni series regulator dan shunt regulator.

Salas Regulator ini banyak dipergunakan sebagai psu untuk rangkaian DAC (Digital to Analog Converter), karena memberikan kestabilan supply arus (dan tentunya voltase), sehingga chip DAC dapat beroperasi dengan optimal. Kelemahan yang saya lihat dari Salas Regulator ini adalah arus yang dihasilkan sangat kecil (biasanya dibawah 100mA), sehingga penggunaannya terbatas pada DAC atau preamp.

Ini adalah foto ketika saya melakukan testing terhadap Salas Regulator yang sudah jadi.


Ini adalah foto ketika saya melakukan fire-up Si Tjoepoe™ KG menggunakan Salas Regulator.


Satu hal penting sebelum melakukan ini adalah: pastikan voltase diset dibawah ambang batas maksimal chip yang kita pergunakan. Setelah tersambung, barulah dilakukan kembali penyesuaian voltase sampai kepada voltase yang kita inginkan.

Ini adalah tampilan keseluruhan ketika Salas Regulator untuk Si Tjoepoe™ KG maupun LED OptoCoupler pada LightSpeed B1 sudah dipasang dan diset voltase-nya.


Pada saat review suara, saya sangat terkesan dengan suara yang dihasilkan. Menurut saya, suara Si Tjoepoe™ KG saat ini sudah sangat bagus, sangat analog dan hangat alias tidak berasa berasal dari IC. Dengan implementasi keempat hal diatas, saya memperoleh tonal yang balance, bobot suara yang cukup, dan image yang sangat nyata dan detail tanpa ada unsur menyerang.

Saya sangat puas dengan hasil dari eksperimen ini. Saya pikir, ini adalah akhir petualangan saya bersama Si Tjoepoe™ KG, karena saya sudah mengoptimalkan semua sektor yang mungkin. Apakah ini akan menjadi garis akhir untuk Si Tjoepoe™ KG? Kita lihat saja nanti .... Hehehehehe ....